Aku sedang memandangmu
di bawah bulan setengah lingkaran
membaca selaksa kata di matamu
menafsirkan sirat cinta.
Maka ketika kau memandangku
aku tahu,
kau bulan yang jatuh di wajahku
kau yang selalu di wajahku
menuliskan pendarpendar cahaya
petunjuk bagi langkah kumenelusuri jalan setapak di hatimu
langit yang selalu membukakan pintu untuk pulang kepak kepak sayapku.
Di bawah bulan yang mengambang di pematang alis matamu
ribuan kata tertutup embun dan kulihat wajahmu merunduk menggenggam bulir rindu.
0 komentar:
Posting Komentar